Belajar Nulis ahh..

Archive for the ‘keseharian yang tak terlupakan’ Category

Kado Ulang Tahun (BEQ700 + BLE100).. :D

Posted by: Giri Kuncoro on: February 9, 2009

ya ampun.. Saya lupa menceritakan apa yang saya dapatkan di ulang tahun saya yang kemarin. Padahal ulang tahun saya sudah cukup lama..hehe..Ya sudah, akan saya ceritakan sedikit tentang kado yang saya dapatkan dari si mamah.
1. BEHRINGER Bass Equalizer BEQ700
Hmm..Saya berkunjung ke toko musik di jalan soka bandung, “Tiga Negeri Music House”, bersama si [...]

30 Januari 2009, Jadi Birthday Guy..^^

Posted by: Giri Kuncoro on: February 1, 2009

haha.. ) 30 Januari 2009 kemarin, tepatnya pada hari jumat, saya berulang tahun yang ke-20 (pengennya sih 17 lagi,ngarep ). Yaaah, kalau si teh iya bilang, saya sudah menjadi birthday guy, bukan lagi seorang birthday boy (awas siah kalo ada yang mlesetin jadi gay =))). Sebelumnya saya  ceritakan terlebih dahulu ulang tahun saya sewaktu [...]

JUARAAA..!!

Posted by: Giri Kuncoro on: November 25, 2008

Ahirnyaa,saya kembali di sini setelah sekian lama saya tidak menulis kisah di blog ini. Saya mempunyai alibi untuk tidak sempat menulis di blog, yaitu ujian selama 2 minggu, praktikum HINA selama 2 minggu, dan lomba. Yaah, saya mengikuti Lomba Perancangan Instrumentasi dan Kontrol (LPIK) yang diadakan oleh HMFT, Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik, yang telah berlangsung [...]

Berkunjung ke sodara” di bonbin

Posted by: Giri Kuncoro on: October 12, 2008

Pada hari sabtu kemarin, saya bersama teh iya, ega, dan ratih berkunjung ke kebun binatang (bonbin) jalan tamansari dekat kampus tercinta, ITB. Saya berkunjung  ke bonbin untuk yang kedua kalinya dalam hidup saya. Terakhir saya ke bonbin ketika masih bersekolah di SD. Saya sungguh terkagum-kagum, ternyata bonbin sangat luas, tidak sesempit yang saya bayangkan sebelumnya. [...]

Mudik ke sebelah rumah

Posted by: Giri Kuncoro on: October 5, 2008

Sama seperti lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, saya melakukan ‘mudik’ ke rumah eyang saya yang terletak persis di sebelah rumah saya alias tetangga saya. Tapi ada satu hal yang membuat semua ini berbeda. Saya beserta keluarga menjalani hari lebaran pertama kali tanpa seorang eyang uti. Kami tidak merasakan lagi kehadiran gulai daging dan nasi kuning yang [...]