Sebuah Deklarasi

Tak terasa, sudah satu tahun lebih saya merasakan hidup di sini. Di sebuah negeri yang jaraknya sekitar 5000 km dari ibu pertiwi. Biasa ditempuh selama 7 jam 15 menit dengan pesawat terbang. Negeri yang dipenuhi bencana, dengan teknologi sipil, mesin, dan elektronik-nya yang sangat maju. Negeri yang saat ini terkenal dengan gempa dan radiasi nuklirnya. Ya, saya hidup di negeri sakura, Jepang, negeri impian banyak orang.

Tak terasa, telah ribuan pengalaman berharga yang saya alami selama satu tahun terakhir ini. Apakah itu tentang teknologi, Smart Grid yang sedang saya selami, teknologi energi baru yang sedang hangat dan ramai diperbincangkan di seluruh dunia. Apakah budaya kerja rodi dan kerja keras, yang saya geluti sehari-hari di perusahaan Jepang tempat saya bekerja. Maupun perjalanan di berbagai sisi pulau negeri ini, bahkan berbagai belahan dunia, yang saya tempuh.

Akhir-akhir ini, hampir setiap hari, saya menyoroti tulisan seorang sosok. Sebuah catatan dan pemikiran yang selalu membangkitkan semangat saat saya baca. Seseorang yang sangat diharapkan oleh segenap penduduk tanah air, untuk membawa manfaat yang lebih banyak lagi, memajukan apa-apa yang ada di tanah ibu pertiwi. Ya, beliau adalah Dahlan Iskan, seorang pendiri surat kabar ternama di Indonesia, Jawa Pos, seorang mantan CEO perusahaan yang memonopoli listrik nasional, PLN, seorang Menteri BUMN Indonesia yang sederhana. Beliau yang membangkitkan semangat saya untuk menulis lagi.

Saya terhenyak, ketika membaca tulisan terakhir yang saya tulis di blog ini: Februari 2009. “Ini kan 3 tahun yang lalu?” gumam saya dalam hati. Waktu yang terbilang sudah sangat lama. Bahkan saya mengira blog ini sudah dihapus dengan sendirinya oleh WordPress. Tapi, saya kembali terhenyak saat login dan melihat apa yang saya temukan: 86,000 pengunjung. Nilai angka pengunjung yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, banyak yang merasa tulisan-tulisan saya bermanfaat. Alhamdulillah. Saya semakin semangat untuk mulai belajar menulis lagi.

Saya tak tahu, apa yang akan saya alami dalam lima tahun ke depan. Apa yang akan terjadi pada saya. Saya akan bekerja dimana. Saya akan berada dimana. Apakah sudah kembali ke Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan ini seakan-akan mengaung di dalam kepala saya, setiap saya memikirkannya. Ini yang menjadi salah satu motivasi saya menulis lagi: catat sebanyak-banyaknya, pelajari sebanyak-banyaknya, ingat sebanyak-banyaknya sistem kerja perusahaan Jepang. Entah ini terpengaruh oleh Dahlan Iskan atau tidak, mimpi saya: “terapkan sistem kerja Jepang di BUMN Indonesia”. Saya pasti akan kembali lagi ke tanah ibu pertiwi, suatu hari nanti. Entah itu dua tahun ke depan, tiga tahun, lima tahun, sepuluh tahun ke depan. Saya akan sulap salah satu BUMN tempat saya kerja nantinya, menjadi sebuah korporasi Indonesia yang disegani dunia.

Hari ini, Minggu, 22 Januari 2012, jam di kamar saya menunjukkan pukul 7:18 PM. Sambil menulis dengan bantuan notebook tua saya – umurnya sudah 5 tahun – saya deklarasikan sesuai resolusi 2012 yang telah saya buat:

Membuat tulisan setiap minimal satu bulan sekali.

3 thoughts on “Sebuah Deklarasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s