Sebuah Pulau Pintar bernama Miyakojima

Smart Grid – di bahasa Indonesia saya tidak tahu apa istilahnya – kira-kira boleh diartikan
sebagai Grid Cerdas. Grid Cerdas berarti Grid pintar, Grid yang punya otak, Grid yang bisa mikir. Saya akan bahas teknologi Smart Grid di lain waktu, silahkan googling buat yang penasaran dengan Smart Grid lebih jauh lagi. Kali ini saya ingin bicara sebuah pulau di selatan Jepang, daerah Okinawa, bernama pulau Miyakojima, yang baru saja akan selesai membuat Smart Grid. Kebetulan kantor saya Toshiba kebagian rezeki dapat proyek ini. Saya baru tanya-tanya dengan orang yang terlibat proyek, baru saja kembali dari kunjungan ke pulau Miyakojima. Kira-kira cerita dia seperti ini.

Pagi itu sungguh cerah, nyaman dibelai hembusan angin pantai, tidur-tiduran sambil membuat laporan di suatu rumah pintar Miyakojima. Rumah pintar ini bernama “Eco-House”, yang punya ventilasi besar, bisa dilewati angin dan menghalangi sinar matahari, sehingga air conditioner sama sekali tak diperlukan. Miyakojima, yang terletak 300 km di barat laut Okinawa, punya komitmen untuk konservasi energi. Hal ini yang jadi awal mula Smart Grid dibangun di Miyakojima.

Ketika hujan turun, suhu Miyakojima menjadi sekitar 25 derajat Celcius, dengan kelembapan mencapai 91% saat hujan berhenti. Bahkan, saat musim dingin tiba pun, Eco-House masih sangat nyaman untuk ditinggali, dengan sensasi dingin menyegarkan yang tak biasa. Sebagai referensi, daerah Okinawa punya iklim yang berbeda sendiri dibandingkan daerah lainnya di Jepang (baca: tidak empat musim).

Miyakojima, dijadikan sebagai proyek percobaan, dimana pantai karang dengan penduduk sekitar 55,000 jiwa membentuk sebuah “smart community”. Komunitas yang (lagi-lagi) cerdas.

Kenapa Smart Community ini bisa disebut cerdas? Apakah penduduknya pintar-pintar setara dengan IPK 4 di ITB? Atau penduduknya punya IQ di atas 140 semua? Tidak. Saat ini, 30% energi di Miyakojima berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (solar energy) dan angin (wind energy). Artinya, mereka berhasil mereduksi sekitar 70% emisi CO2 yang tak bagus untuk bumi kita.

Di Miyakojima, panel surya sejumlah 22,000 panel, menyelimuti perkebunan gula yang sangat luas di daerah  pesisir selatan pulau. Panel-panel ini mampu membangkitkan energi listrik sampai 4 MW. Angka listrik yang sangat besar untuk ukuran pembangkit surya, sampai-sampai proyek ini disebut sebagai proyek “Mega Solar”, yang berhasil dipasang lengkap oleh Okinawa Electric Power Co. pada bulan Oktober 2010 (baca: perusahaan listrik Okinawa yang membawahi daerah listrik Miyakojima).

Dua buah turbin angin raksasa berdiri kokoh di dekat panel surya, dan juga tiga buah lagi berhasil dibangun di daerah utara Miyakojima. Kelima turbin angin ini dikombinasi, menghasilkan energi listrik sebesar 4.2 MW.

Saat terjadi beban puncak di musim panas, penduduk Miyakojima mengonsumsi listrik sebesar 50 MW. Saat musim dingin tiba, konsumsi listrik tinggal setengahnya, kurang lebih sebesar 25 MW. Artinya, jumlah energi listrik terbarukan (angin + surya = 8.2 MW) punya andil sebesar 30% dari beban puncak saat musim dingin.

Memang, banyak yang memperdebatkan stabil atau tidaknya energi surya dan angin, yang banyak tergantung dari cuaca. Ada juga kekhawatiran terjadinya pemadaman skala besar, saking tidak stabilnya energi ini, tentunya dibandingkan keandalan energi dari PLTU Batu Bara misalnya, maupun PLTN (baca: energi nuklir di Jepang sangat dominan). Hal ini diamini juga oleh sistem Mega Solar Miyakojima: kenyataannya, power drop sampai 40% saat langit berawan, dan kurang dari 10% saat hujan turun.

Hal ini yang jadi latar belakang penggunaan baterai skala besar 40 MW, untuk kompensasi tidak stabilnya energi listrik Mega Solar. Miyakojima menggunakan baterai SCiB, sebuah rapid charge battery, yang mampu di-cas sampai 80% hanya dalam waktu 5 menit! Saya akan bahas ini di lain waktu, silahkan buka http://www.scib.jp/ .

Saat energi drop (baca: energi matahari dan angin drop), baterai akan discharge dan membantu suplai energi ke grid. Adanya energi bantuan dari baterai ini, suplai energi akan jadi “mendekati” stabil, dan digunakan secara aman oleh penduduk pulau Miyakojima.

Perhatian terhadap lingkungan memang sangat tinggi di Miyakojima. Sebelum adanya sistem Mega Solar, murni seluruh energi berasal dari PLTA, dan ini pun masih surplus. Pada tahun 2008, pulau Miyakojima mengeluarkan deklarasi “Pulau Eco Miyakojima”, dimana pulau ini punya misi mereduksi emisi CO2 sebanyak 40% di 2030 (dibandingkan terhadap level emisi di 2003), serta reduksi emisi sampai 70% di 2050.

Agar misinya tercapai, pulau Miyakojima minta pertolongan Toshiba (baca: kantor saya) sejak bulan Oktober, untuk dibikinkan sistem pengatur energi seluruh pulau. Lalu, proyek 4 tahun ini dikerjakan, dan masih berlangsung sampai sekarang. Sebuah pulau di barat daya Miyakojima, Kurimajima, punya 88 rumah untuk dijadikan penelitian, apakah penduduknya bisa hidup hanya dengan listrik kombinasi dari baterai dan energi matahari.

Sebagai inisiatif dari penduduk Miyakojima, MaxValue – sebuah supermarket terkenal di Jepang – didirikan di tengah-tengah pulau. Bermodalkan panel surya dan pembangkit angin sendiri, mampu mensuplai kebutuhan listrik supermarket sebesar 12%. Ada juga charger EV (Electric Vehicle, mobil listrik) yang dipasang di tempat parkir, bisa digunakan oleh penduduk Miyakojima men-charge mobil listriknya secara cuma-cuma.

Sekilas tentang Smart Grid

Sebuah Smart Community, punya pendekatan ke pengembangan penduduk, untuk menggunakan energi listrik secara “cerdas” dan “pintar”. Inti dari Smart Community ini terletak pada infrastrukturnya, yang mengatur penggunaan beban dan energi suplai secara seimbang, agar tak ada energi terbuang dan digunakan secara optimum. Ini yang disebut Smart Grid, sebuah kombinasi antara Teknologi Informasi dan Telekomunikasi, Tenaga Listrik, serta Teknik Kontrol.

Kalau bicara tentang STEI ITB, jurusan elektro terbagi menjadi tiga: Teknik Telekomunikasi, Teknik Tenaga Listrik, dan Teknik Elektro. Di Smart Grid, ketiga jurusan ini jadi satu, harus akur, dan harus dipelajari semua.

(Sumber: Asahi Shinbun & Power Control and Computer Systems Department, Smart Grid Systems Group, Toshiba Corporation)

8 thoughts on “Sebuah Pulau Pintar bernama Miyakojima

    • banyak banget yo..apalagi gara2 iklimnya tropis, matahari melimpah..ini gara2 miyakojima masuknya cenderung ke tropis aja, beda sama pulau2 jepang laennya..kalo di PLN sendiri, sekarang ada beberapa pulau yang lagi dibikin macem Mega Solar PLTS ini..di Bunaken udah jalan beberapa bulan, terus di sumba barat daya juga, yang laennya lupa..ntar Bunaken jadi percontohan seribu pulau Indonesia laennya buat penggunaan PLTS..

      ngapain belajar power, uda sana fokusin minyak, ga usa pindah2 dari pertamina :))

      • nimbrung dikit kang giri, kalo di indonesia ada proyeknya yg kayak tabrak lari😦 ga ada maintenancenya. kyk di pulau buru, udah jadi dekorasi aja solar panelnya..

        btw nice article kg, kalo kata sby mah, lanjutkan!

  1. Pingback: Tertarik dengan Smart Grid « Berawal dari coretan……
  2. Semoga teknologi ini bisa dibawa di indonesia.. kl ditempat kami, listrik diproduksi sendiri dgn gas turbin dgn kebutuhan per hari untuk plant dan perumaham sebesar 26MW. Padahal gas turbin ada 3 dgn kapasitas kira2 @30MW..

  3. Wah post yang menarik mas, dan menariknya lagi TA saya sekarang agak berhubungan dengan smart grid seperti yang Mas Giri ceritakan diatas, TA saya tentang smart meter, ya skala lebih kecil lah haha.

    Oh iya mas mau tanya, Mas giri sering otak atik PLC (power line communication) gak? jadi salah satu modul komunikasi di sistem smart meter TA saya itu pake PLC, kalo punya referensi boleh bagi mas, ebook atau apapun. Makasih.

      • Iya sih mas, kita juga modul smart meternya langsung pake yg udah jadi, hehe, intinya kan smart meter ini gantiin kWh meter yang udah ada sekarang, bedanya disini ntar data kaya daya, arus, tegangan, dll yg ditampilin di interface smart meter. Beberapa data itu didapat dari smart outlet yg komunikasinya pake PLC. Nantinya modul PLC nya juga beli kok haha, tinggal makenya itu yg masih saya kurang ilmunya. Gitu mas, hehe ya kalo ada ilmu yang bisa dibagi dalam bentuk apapun boleh di share mas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s