Makan Malam Inspirasi bersama Kang Rendy Saputra


Kang Rendy

Kang Rendy. Begitu ia biasa dipanggil. Ia dikenal sebagai seorang motivator dan sosok yang menginspirasi banyak orang. Gerakannya “Muda Mulia” (http://www.mudamulia.com) sekarang dikenal luas. Saya sempat makan malam dengan beliau saat kunjungannya ke Tokyo beberapa waktu lalu. Kami berdiskusi seru. Mulai dari Indonesia yang belum punya kapasitas, belum sinergi, sampai membangun industri di Indonesia.

Indonesia sudah mulai jago bicara, tapi tak ada isinya. Ibarat jago ngecap ayam, tapi ayam dengan sedikit daging. Daging ayam bisa diartikan ilmu dan teknologi. Kecap diartikan kemampuan berbicara, presentasi, ataupun menjual barang. Jepang termasuk negeri yang daging ayamnya tebal, tapi kecapnya hambar. Negeri yang teknologi sudah mendarah daging, tapi tak bisa presentasi. Orang Jepang tak bisa buat slide presentasi. Biasanya satu halaman slide mereka penuh dengan tulisan. Pusing lihatnya.  Orang Jepang memang mendengar presentasi melalui “mata” bukan “telinga”. Itulah budaya mereka.

Beda dengan Amerika. Semua orang di Amerika jago bicara, tapi banyak yang tak ada isinya. Orang yang jago ngecap biasanya kerja dengan orang yang daging ayamnya tebal. Jadilah produk yang hebat. Semacam Steve Jobs yang jago ngecap, dan Steve Wozniak yang jenius: lahirlah komputer Mac perdana dengan angka penjualan yang bombastis pula. Sudah saatnya Indonesia belajar ngecap ayam dengan daging tebal.

Orang Indonesia pada dasarnya pintar-pintar. Kang Rendy sangat menyarankan pergi ke luar negeri. Entah itu belajar. Entah itu bekerja. Entah itu sekedar berlibur. Dengan ke luar negeri, kita bisa lihat majunya negeri-negeri di luar Indonesia. Belajarlah dari sini. Belajarlah membangun Indonesia dari negeri-negeri lain. Dan dengan ke luar negeri pula, kita bisa lihat borok-borok Indonesia lebih jelas. Orang Indonesia di luar negeri, terutama pelajar-pelajar, biasanya gereget ingin memperbaiki semuanya tapi tak tahu mulai dari mana.

Lalu mulai dari mana sebaiknya? Pertanyaan sulit. Tapi Kang Rendy menshare bagaimana membangun industri atau bisnis dengan tiga aspek: v – c – w atau value – channel – who.

value channel who

Value atau value proposition adalah nilai barang apa yang ditawarkan. Alasan orang memilih suatu produk ketimbang produk lain. Sesuatu yang dapat memuaskan orang. Sesuatu yang diterima customer segment tertentu. Who adalah customer segment. Sekumpulan orang yang punya minat tertentu. Dan Channel adalah bagaimana value dikirimkan ke customer segment. Communication, distribution, dan sales channel. Jadi, hubungan v-c-w ini bisa dianggap sekumpulan: ahli, investor, marketing, yang dikemas semuanya oleh entrepreneur.

Ahli adalah orang pintar. Investor adalah orang yang berduit. Marketing adalah orang yang jago ngecap. Entrepreneur adalah orang gila. Kalau semuanya mampu bersinergi, akan lahirlah produk-produk gila. Seperti iPhone. Seperti Facebook. Seperti Google. Sayangnya di Indonesia aspek-aspek ini belum mampu bersinergi. Belum terintegrasi. Semua masih terkotak-kotak.

Di Indonesia, kampus didesain untuk sedia tenaga kerja atau SDM. Orang gila atau entrepreneur yang terkadang tak selesai studinya biasa menganggap remeh orang pintar atau ahli. “Ah orang ITB, IP-nya tinggi, kerja sama orang, pasti penghasilannya kecil. Saya dong, pebisnis berduit banyak”, begitu gumam mereka. Sebaliknya, orang pintar menganggap remeh orang gila tadi, “Ah orang gila itu, lulus universitas saja tidak, gimana mau sukses”. Beginilah realita negeri kita. Kalau ini sudah tersinergi, bisa dibayangkan betapa majunya negeri kita. Keberagaman negeri akan jadi kekuatan yang tak tertandingi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s